Senin, 15 Juli 2013

Contoh Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Nama : Ricky Wahyudi
Kelas : 3kb01
NPM : 25110898
I. Gambaran Awal Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. ( Definisi Kutipan )
Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. ( Pola Penulisan Kutipan )

II. Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Demi mempermudah dalam menulis karya tulis ilmiah disini akan menjelaskan cara penggunaan kutipan.
a.Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:
·         dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
·         dalam bentuk terjemahan;
·         dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
·         atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
b.Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
·         menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
·         membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
·         menyusun bagan data orang lain;
·         menyadur pendapat orang lain.

III. Tujuan Kutipan
·         Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
·         Sebagai penjeasan
·         Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan
Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

apabila seorang penulis mengungkapkan suatu pernyataan/pendapat yang digali dari sumber lain dengan tidak mengubah apapun yang ada,apa adanya disebut kutipan langsung.
contoh ketentuan kutipan langsung:
A.jika suatu pernyataan yang dikutip kurang dari empat baris ,maka penulisannya harus ditempatkan bersama-sama dengan uraian di dalam teks.
sismoyo(1982:30) menegaskan,’segala keputusan ilmih hanya merupakan kemungkinan terbesar(probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak(absolute truth)’.
B.Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih ditempatkan terpisah dari uraian teksnya,segera setelah baris terakhir dari teks yang mendahuluinya.
Pendapat Parera (1982:168)
Rumus gunning ini mudah dipergunakan. Ia menamakannya FOG INDEX.
Rumus ini mengatur kesulitan pembaca suatu tulisan.
Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan.
C.Jika mengambil kutipan dari sumber asing maka sebaiknya disertai dengan kutipan tak langsung ebagai terjemahan bebas dari penulisnya.
Nattiger dalam Carter dan McCharty(1988:63) mengemukakan pula tentang petunjuk konteks yang berfungsi sebagai cara untuk mencari makna kata. Seperti dikatakannya,”Guessing vocabulary from context is the most frequest way we discover the meaning world”.
D.Jika pernyataan yang kita kutip bukan berupa kalimat, melainkan kelompok kata maka secara gramatikal kutipan dimaksud merupakan bagian dari kalimat penulisnya.
Konsepsi pembudayaan oleh herkovits (1976) diartikan sebagai suatu proses yang dinyatakannya sebagai “which includes the whole gamut of conditioning,conscious or unconscious”.
E.Untuk kutipan langsung pendek ,baris –baris dari sajak disalin ke dalam teks dan diletakan di dua tanda kutip.
Chairil Anwar dalam sajaknya  “Isa” kata pengikatnya adalah “itu tubuh/mengucur darah”
Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat
penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
Contoh :
1. Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?

2.  Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
3. Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).


http://www.wayanyasa.com/2011/09/kutipan-langsung.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar